Showing posts with label rpl. Show all posts
Showing posts with label rpl. Show all posts
Wednesday, December 12, 2018

Sistem Perpustakaan Menggunakan PHP dan MYSQL

Sistem Perpustakaan Menggunakan PHP dan MYSQL

 

 
Selamat malem temen temen kali ini saya akan berbagi ilmu PHP MYSQl nahh ... kali ini yang saya share adalah sistem perpustakaan  berbasis web
Sistem perpustkaan ini sendiri mempunyai beberapa fitur Menu antaranya :
 
1. Login Admin
 

2. Katalog Buku
 
 

3. Daftar Peminjam


4. Menu Statistik, Log Aktivitas, Catatan Khas, Anggota  Dan Back up Database

 
Aplikasi ini mempermudah anda dalam melihat daftar Buku yang ada di perpustakaan. Dan aplikasi ini juga mempermudah anda untuk melakukan peminjaman. Peminjaman di dalam aplikasi ini berlaku selama waktu yang di tentukan dan jika anda terlambat dalam pengembalian buku maka anda akan mendapat denda

→ Tata Cara Peminjaman :

  • Pertama-tama masuk ke daftar buku.
  • Selanjutnya Click salah satu judul buku yang anda kehendaki.
  • Kemudian di bagian bawah akan menampilkan tombol untuk peminjaman.
  • Selanjutnya ikuti langkah-langkahnya.
→ Syarat Peminjaman :
  • Telah terdaftar sebagai peminjam. .
  • Setelah anda terdaftar sebagai peminjam, anda juga harus memiliki kartu pendaftaran.
  • Kartu pendaftaran harus dalam masa aktif yang berlaku
  • Kartu pendaftaran dapat di nonaktifkan oleh petugas jika tidak digunakan selama waktu tertentu
→ Tata Cara Pengembalian :
  • Kembalikan buku yang telah anda pinjam kepada petugas.
  • Selanjutnya petugas akan merubah report peminjaman anda.
  • Anda dapat melihat report anda melalui menu»Informasi Pribadi.
  • Masukan kode peminjam anda dan Masukan ID report anda di bagian paling bawa
Nah Temen-temen jika ingin mempelajari nya silahkan download project nya langsung hehehe
buat pembelajaran temen2 semoga bermanfaat :)

Download 

NB : untuk database bisa minta email :D
        susilohasbi@gmail.com
        terima kasih ..
 
sumber : http://hasbisusilo.blogspot.com/2017/10/sistem-perpustakaan-menggunakan-php-dan.html 
Wednesday, August 28, 2013

Sistem Bilangan Desimal


Sistem bilangan desimal/persepuluhan adalah sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). sistem bilangan desimal ditemukan oleh Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan desimal sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:
angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100
Berikut adalah tabel yang menampilkan sistem angka desimal (basis 10), sistem bilangan biner (basis 2), sistem bilangan/ angka oktal (basis 8), dan sistem angka heksadesimal (basis 16) yang merupakan dasar pengetahuan untuk mempelajari komputer digital. Bilangan oktal dibentuk dari bilangan biner-nya dengan mengelompokkan tiap 3 bit dari ujung kanan (LSB). Sementara bilangan heksadesimal juga dapat dibentuk dengan mudah dari angka biner-nya dengan mengelompokkan tiap 4 bit dari ujung kanan.

Biner, Oktal, Hexa

Biner

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.


20=1, 21=2, 22=4, 23=8, 24=16, 25=32, 26=64, dan sebagainya.

Perhitungan Biner

Desimal Biner (8 bit )
0 0000 0000
1 0000 0001
2 0000 0010
3 0000 0011
4 0000 0100
5 0000 0101
6 0000 0110
7 0000 0111
8 0000 1000
9 0000 1001
10 0000 1010
11 0000 1011
12 0000 1100
13 0000 1101
14 0000 1110
15 0000 1111
16 0001 0000

Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.
contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal = 10.
berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010
atau dengan cara yang singkat
10:2=5(0),
5:2=2(1),
2:2=1(0),
1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010

Oktal 


Oktal atau sistem bilangan basis 8 adalah sebuah sistem bilangan berbasis delapan. Simbol yang digunakan pada sistem ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,7. Konversi Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit).
Biner Oktal
000 000   00
000 001   01
000 010   02
000 011   03
000 100   04
000 101   05
000 110   06
000 111   07
001 000   10
001 001   11
001 010   12
001 011   13
001 100   14
001 101   15
001 110   16
001 111   17
 

Hexa

Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemrograman komputer. Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada tabel berikut:














0hex = 0dec = 0oct
0 0 0 0

1hex = 1dec = 1oct
0 0 0 1

2hex = 2dec = 2oct
0 0 1 0

3hex = 3dec = 3oct
0 0 1 1













4hex = 4dec = 4oct
0 1 0 0

5hex = 5dec = 5oct
0 1 0 1

6hex = 6dec = 6oct
0 1 1 0

7hex = 7dec = 7oct
0 1 1 1













8hex = 8dec = 10oct
1 0 0 0

9hex = 9dec = 11oct
1 0 0 1

Ahex = 10dec = 12oct
1 0 1 0

Bhex = 11dec = 13oct
1 0 1 1













Chex = 12dec = 14oct
1 1 0 0

Dhex = 13dec = 15oct
1 1 0 1

Ehex = 14dec = 16oct
1 1 1 0

Fhex = 15dec = 17oct
1 1 1 1














Konversi

Konversi dari heksadesimal ke desimal

Untuk mengkonversinya ke dalam bilangan desimal, dapat menggunakan formula berikut:
Dari bilangan heksadesimal H yang merupakan untai digit h_n h_{n-1}...h_2 h_1 h_0, jika dikonversikan menjadi bilangan desimal D, maka:
D = \sum_{k=0}^{n} h_k \times 16^k
Sebagai contoh, bilangan heksa 10E yang akan dikonversi ke dalam bilangan desimal:
  • Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai F (jika terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya. Pada contoh ini, 10E diubah menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 10)
  • Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
1 \times 16^2 + 0 \times 16^1 + 14 \times 16^0
 = 256 + 0 + 14
 = 270
Dengan demikian, bilangan 10E heksadesimal sama dengan bilangan desimal 270.

Konversi dari desimal ke heksadesimal

Sedangkan untuk mengkonversi sistem desimal ke heksadesimal caranya sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya, yaitu angka desimal 270):
 270 dibagi 16 hasil:  16   sisa 14  ( = E )
  16 dibagi 16 hasil:   1   sisa  0  ( = 0 )
   1 dibagi 16 hasil:   0   sisa  1  ( = 1 )

 

 

 

Wednesday, August 21, 2013

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

Pengertian Entity Relationship Diagram
Dari beberapa poin tadi, bisa disimpulkan bahwa Entity Relationship Diagram adalah sebuah hubungan antar entity atau obyek-obyek dasar yang divisualkan dengan diagram. Dalam ERD atau Entity Relationship Diagram juga diterapkan penggunaan simbol yang menggambarkan 3 informasi diantaranya :
Dalam sistem Entity Relationship Diagram (ERD), terdapat beberapa istilah penting diantaranya :
1.    Entitas
Enititas atau Entity merupakan suatu objek yang mewakili sesuatu hal yang nyata. Dapat dibedakan satu dengan lainnya. Contoh Entitas adalah Siswa, Guru, Pegawai, Buku, Barang, Pelanggan dan lainnya.
2.    Atribut
Atribut merupakan sebuah sub-bagian dari entitas. Misalnya terdapat entitas Buku dengan atribut Judul , Penulis , Penerbit , ISBN. Atau entitas Siswa dengan atribut Nama , NIS , Alamat , Tempat / Tanggal Lahir dan beberapa atribut lainnya. Istilah lain atribut adalah Field.
3.    Relasi
Istilah selanjutnya adalah Relasi. Relasi atau Relation adalah hubungan antara dua atau lebih entitas yang saling berkaitan. Misalnya, Entitas Barang dengan Distributor. Kedua Entitas ini dihubungkan dengan relasi “dipasok”. Artinya Barang dipasok oleh Distributor dan Distributor memasok Barang. Barang memiliki atribut Jenis , Satuan, Harga. Begitu pula dengan Distributor, memiliki atribut Nama dan Alamat.
Dalam keadaan tertentu, tidak hanya Entitas yang diberi atribut. Relasi juga dapat diberikan atribut. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut.

Bentuk-Bentuk Relasi

Pada ERD, terdapat beberapa bentuk relasi yang dapat terjadi antar entitas. Bentuk-bentuk relasi tersebut diantaranya :
1)    Relasi One-to-One
Relasi ini menunjukkan setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan tepat satu entitas pada himpunan entitas B atau sebaliknya. Relasi ini mirip dengan Korespodensi Satu-Satu pada materi Matematika.
Contoh : 1 Pria menikahi 1 wanita
2)    Relasi One-to-Many
Relasi ini menunjukkan bahwa setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan banyak entitas dalam himpunan entitas B.
Contoh : 1 Pemain Bulutangkis memiliki beberapa raket
3)    Relasi Many-to-One
Relasi ini menunjukkan bahwa banyak entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan satu entitas dalam himpunan entitas B.
Contoh : 1 Bus ditumpangi beberapa orang
4)    Relasi Many-to-Many
Relasi ini menunjukkan bahwa setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan banyak entitas dalam himpunan entitas B. Dan setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan banyak dengan banyak entitas pada himpunan entitas A. Relasi ini merupakan gabungan relasi One-to-Many dengan Many-to-One.
Contoh : 1 Guru mengajar banyak siswa dan satu siswa diajar banyak guru.
Membuat Entity Relationship Diagram (ERD)
Dalam membuat ERD yang baik, kita juga harus membuat diagram secara logika, praktis dan agar mudah dipahami. Untuk menciptakan hal itu, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Menentukan entitas yang terlibat dalam sistem database tersebut
  2. Menentukan relasi antar entitas
  3. Menggambar ERD Sementara
  4. Menganalisis ERD
  5. Menyempurnakan ERD
Friday, May 11, 2012

Cara Membuat Jam Digital Menggunakan VB 6.0

Anda ingin membuat jam digital sendiri. Caranya gampang ikuti aja langkahnya di bawah ini.

1. Masuk ke vb 6.0.
2. Buatlah dengan 1 label/text dan 1 timer seperti gambar di bawah ini.
3. Ganti interval pada timer menjadi 1000.
4. Caption pada label/text di kosongkan
5. Klik 2x pada timer dan tuliskan tulisan di bawah ini.
    label1.caption = time
        atau
    Text1.text = time
6. Jalankan program.


kalau gak percaya bisa Download disini
Friday, April 6, 2012

Cara Membuat Mp3 Dengan VB 6.0

Jika gan ingin melihat hasilnya sebelum membuatnya.

Download di sini


Lanngkah-langkahnya sebagai berikut

1. Tekan ctrl+t kemudian pilih Windows Media Player

2. Buatlah 1 wmp, 1 Drive, 1 Dir, 1 File, 2 Listbox.

ingat listbox 2 ada di atas listbox 1

3. Di project file 1 pilih pattern tuliskan *.flv;*.3gp
4. Klik 2x pada wmp tuliskan
    Private Sub WindowsMediaPlayer1_EndOfStream(ByVal Result As Long)
       List1.ListIndex = List1.ListIndex + 1
       List2.ListIndex = List2.ListIndex + 1
       WindowsMediaPlayer1.URL = List1.List(List1.ListIndex)
    End Sub
5. Klik 2x pada Drive tuliskan
   Private Sub  Drive1_Change()
         Dir1.Path = Drive1.Drive
   End Sub
6. Klik 2x pada Dir tuliskan
      Private Sub   Dir1_Change()

        File1.Path = Dir1.Path
 
     End Sub
7. Klik 2x pada File tuliskan
  Private Sub   file1_DblClick()
        List1.AddItem Dir1.Path & "\" & File1.FileName
        List2.AddItem File1.FileName
 End Sub
8. Klik 2x pada Listbox 2 tuliskan
     Private Sub   List2_DblClick()
        List1.ListIndex = List2.ListIndex
        WindowsMediaPlayer1.URL = List1.List(List1.ListIndex)
    End Sub
9. Selamat mencoba jangan lupa di follow.

Gan juga bisa download THEMES ISLAMIC Windows 7 klik di sini.